Ibukota – Asisten Deputi Lingkup Percepatan Pengembangan Usaha dan juga Hilirisasi Kementerian Koordinator Area Perekonomian Ichsan Zulkarnaen menyatakan bahwa Negara Indonesia sedang berupaya keras menyederhanakan regulasi yang digunakan mempercepat investasi.
"Indonesia sedang berupaya keras menyederhanakan regulasi kemudian mempercepat investasi, khususnya melalui revisi PP (Peraturan Pemerintah) Nomor 5 Tahun 2021 tentang Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, juga evaluasi Perpres (Peraturan Presiden) No. 49 Tahun 2021 tentang Sektor Usaha Penanaman Modal,” ucapannya pada forum bidang usaha bertajuk “Enhancing Indonesia’s Investment Competitiveness through Business Licensing Reform” pada Paviliun Tanah Air World Expo 2025 Osaka, Kansai, Jepang, dikutipkan dari pernyataan resmi, Jakarta, Selasa.
Dalam kesempatan itu, ia menegaskan komitmen Indonesia untuk menciptakan iklim pembangunan ekonomi kondusif melalui reformasi perizinan berupaya dan juga kemitraan strategis dengan Jepang.
Evaluasi terhadap Perpres No. 49 Tahun 2021 yang digunakan sedang dijalankan sampai pada waktu ini ditujukan agar semakin berbagai kegiatan bidang usaha terbuka dapat dijalankan oleh pelaku bisnis domestik maupun luar negeri. Adapun kebijakan yang tersebut tercantum pada revisi PP No. 5 Tahun 2021 akan memberikan kepastian juga kemudahan bagi para pelaku bidang usaha mendapatkan perizinan berupaya di dalam Indonesia.
Mengingat Jepun adalah mitra strategis lalu sahabat sejati Indonesia, Ichsan mengharapkan forum ini akan datang menggalakkan tambahan banyak kolaborasi konkret antara planet bidang usaha Nusantara dengan Negeri Matahari Terbit, khususnya di dalam sektor-sektor strategis seperti energi terbarukan, manufaktur hijau, dunia usaha digital, juga penguatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
“Melalui platform digital komunikasi dengan segera antara penanam modal dan juga pemerintah ini, Nusantara kemudian Jepun menunjukkan upaya konkret pada menyederhanakan perizinan pembangunan ekonomi pada Indonesia,” kata dia.
Pada sesi diskusi, para kontestan menyampaikan beberapa concern pelaku usaha, teristimewa mengenai prosedur, kelengkapan dokumen, serta fleksibilitas modal investasi. Perwakilan pelaku usaha Negeri Matahari Terbit juga disebut mengapresiasi langkah reformasi yang digunakan direalisasikan pemerintah Indonesia.
Sebagai bagian dari upaya reformasi perizinan, pemerintah Nusantara menegaskan komitmen terhadap transparansi proses perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS), penyusunan panduan teknis, rencana revisi aturan batas minimal modal asing. Selain itu, sudah pernah dibentuk saluran khusus untuk menampung keluhan investor, juga menyelenggarakan forum reguler antara pelaku bisnis lalu kementerian teknis guna meyakinkan penyampaian informasi terbaru terkait regulasi.
Berbagai upaya yang mana dikerjakan pemerintah bertujuan untuk mencapai negara progresif yang mana inklusif, berdaya saing, kemudian berkelanjutan pada usia 100 tahun kemerdekaan. Visi Negara Indonesia Emas 2045 sejalan dengan bermacam fokus kebijakan kemudian acara unggulan pemerintah, khususnya untuk memajukan investasi.
“Kami terbuka terhadap masukan dari para penanam modal Negeri Matahari Terbit agar reformasi perizinan juga penyertaan modal dapat terus disempurnakan, lalu kami meminta pelaku bisnis Negeri Matahari Terbit untuk meningkatkan kekuatan kemitraan strategis, demi kemajuan sama-sama Nusantara lalu Negeri Sakura pada menghadapi tantangan global,” ungkap Ichsan.
Artikel ini disadur dari Pemerintah berupaya sederhanakan regulasi untuk percepat investasi











